Tampilkan postingan dengan label bagi bagi ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bagi bagi ilmu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Februari 2012

Takson dalam Biologi

·         Species (Spesies)
     Merupakan tingkatan takson yang paling rendah. Kadang kala ada kebingungan antara nama spesies dan spesies.
      Organisme dapat dikatakan dalam satu spesies, jika dia dikawinkan dengan sesamanya dapat menghasilkan keturunan. Dan keturunannya tersebut dapat menghasilkan keturunan lagi. Fertil-lah istilahnya. Jadi antara ayam hutan dan ayam kampung memang bisa kawin dan menghasilkan keturunan, tapi keturunannya itu tidak subur dan tidak akan menghasilkan keturunan.
Walau dikata spesies/spesifikasi merupakan tingkat takson yang paling rendah, masih bisa dibagi lagi menjadi ras atau varietas, tentunya apabila spesies tersebut memiliki banyak variasi. Kadang hanya disebut variasi saja. Misal, ada padi raja lele, sumedang, wangi dan lain sebagainya.
·         Genus (Marga)
Berada satu tingkat diatas spesies, genus terdiri atas beberapa spesies yang memiliki ciri-ciri tertentu yang sama. Contoh, kucing dan harimau masuk dalam satu genus(Felis) karena kesamaannya dalam hal bentuk muka.
·         Familia (Suku)
Diatas Genus ada Familia, suku biasanya digolongkan berdasarkan bentuk tubuh. Contoh Familia, Gramineae, Palmae, Moraceae, Canidae, Zingiberacae. Umumnya nama dalam Familia diakhiri dengan "~ae"
·         Ordo (Bangsa)
Ordo merupakan kumpulan dari Familia. Contoh Ordo, Carnivora, Poales, Primata. Umumnya nama Ordo diakhiri dengan "~es" untuk tumbuhan, sedangakan untuk hewan kebanyakan tidak beraturan.
·         Classis/Class (Kelas)
Lebih tinggi daripada Ordo, contoh nama Class, Monocotyledoneae(Liliopsida), Dicotyledoneae(Magnoliopsida), Mammalia, Amphibia, Reptile, dan Aves. Umumnya nama kelas untuk tumbuhan diakhiri dengan "~eae" sama dengan Familia, tapi ngga usah kawatir. Jumlah Class lebih sedikit dari pada jumlah Familia
·         Phyllum/Divisio (Filum/Divisi)
Pada tingkat takson ini ada sedikit pengecualian. Untuk organisme yang mirip sekali dengan hewan, maka menggunakan Phyllum. Sedangkan untuk organisme yang sangat mirip dengan tumbuhan menggunakan Divisio.
·         Kingdom/Regnum (Kerajaan/Dunia)
Tingkatan ini merupakan yang paling puncak. Jumlah kingdom tergantung pada ilmuwan
yang menggunakannya. Ada yang 2, 3, 4, 5 dan 6. Untuk Samudra's Blog akan menggunakan yang 6 kingdom (Animalia, Plantae, Monera, Protista, Fungi dan Virus). Tapi kebanyakan sumber di Internet menggunakan 2 Kingdom(Plantae dan Animalia).

      Sebenarnya jumlah kingdom yang digunakan terserah saja. Tapi jika menggunakan kingdom yang berbeda, mungkin akan ada pergeseran tingkatan takson. Misalnya, ketika menggunakan 2 kingdom Protozoa adalah nama Phyllum, tapi ketika berpindah ke 5/6 kingdom Protozoa bukan nama Phyllum, hanya sebagai nama kelompok saja. Sebagai komensasi dari menghilangnya Protozoa dari tingkatan takson, tingkatan takson yang berada di bawah Protozoa sebelumnya Kelas menjadi Phyllum, misal Mastigophora(Flagellata), Sarcodina(Rhizopoda), Ciliophora(Ciliata) dan Sporozoa.
Dalam melakukan pengelompokkan organisme dimulai dengan tingkatan takson yang paling atas(Kingdom). Kemudian dirunut terus ke bawah. Jika pada tingkat takson tertentu tidak atau belum ada yang memenuhi ciri-ciri yang ada, bisa dibuatkan nama/kelompok yang baru, biasanya sangat bawah sekali (mungkin antara Genus dan Famili).
       Dalam beberapa kasus, ditemukan adanya sub-sub pada tingkat takson tertentu. Biasanya, Sub-Phyllum, Sub-Classis, dan Sub-Ordo. Hal ini muncul karena pada setelah suatu tingkat(misal, Phyllum) sekelompok organisme memiliki kesamaan ciri tertentu yang tidak masuk dalam tingkat takson dibawahnya tapi sebagian dari kelompok tersebut masih memiliki kesamaan juga dengan tingkat takson di bawah Phyllum tadi. Istilah singkatnya perpanjangan pada salah satu tingkat takson.


Misalnya saja Phyllum Chordata dibagi menjadi Sub-Phyllum
Sub Filum Hemichordata
Sub Filum Urochordata
Sub Filum Cephalochordata
Sub Filum Vertebrata
Sub Phyllum Vertebrata dibagi lagi(tidak dimasukkan dalam tingkatan takson) berdasarkan alat gerak ketika dewasa. Pisces dan Tetrapoda.
klasifikasi

Senin, 19 Desember 2011


Sebenarnya..... apakah kalian tahu tentang tsunami??
Saya akan membahas bagaimana mengkaji tentang tsunami secara sistematis :)
1. Apa itu tsunami
2. Mengapa bisa terjadi kejadian tsunami
3. Kapan terjadinya tsunami
4. Dimana tempat yang berpotensi terkena bencana tsunami
5. Bagimana kita bisa mengetahui tanda tanda terjadinya tsunami
6. Siapa yang memantau /mengawasi kondisi wilayah yang berpotensi tsunami
1.       Kata Tsunami berasal dari bahasa jepang yang secara harafiah berarti ombak besar yang ada di pelabuhan. adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba..
2.       . Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Gempa yang menyebabkan tsunami

    * Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 - 30 km)
    * Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
    * Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun
3.        Saat gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami. Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua
4.       Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperkirakan 129 daerah di Indonesia rawan terjangan tsunami yaitu pesisir barat Sumatera dan pesisir selatan Jawa berpotensi tsunami karena kawasan ini berada pada lempengan Samudera Hindia dan Australia. Di Sumatera, daerah berpotensi tsunami meliputi pesisir barat selatan Aceh hingga Sumatera Utara termasuk Pulau Nias, kemudian pesisir barat Sumatera Barat, Lampung, hingga Bengkulu. Serta Maluku dan Papua karena dua wilayah itu berada di lempengan Pasifik.
6         Yang memantau kondisi wilayah indonesia yang rawan akan Bencana Tsunami adalah Pengembangan Sistem Peringatan Dini Tsunami ini melibatkan banyak pihak, baik instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga internasional, lembaga non-pemerintah. Koordinator dari pihak Indonesia adalah Kementrian Negara Riset dan Teknologi (RISTEK). Sedangkan instansi yang ditunjuk dan bertanggung jawab untuk mengeluarkan INFO GEMPA dan PERINGATAN TSUNAMI adalah BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika)
5.       Pada umumnya bencana tsunami diawali dengan terjadinya gempa bum; lalu bersamaan dengan terdengarnya suara gemuruh yang menyerupai  kereta barang; dan bagi yang tinggal di sekitar daerah pantai, perhatikan selalu penurunan air laut.Dan perhatikan tingkah laku hewan yang tidak biasa, karena hewan bisa merasakan keadaan alam yang sednag tidak bersahabat.

Semoga bermanfaat untuk semua.... byeee... :)